Bagi Suku Dayak, faktor penyucian diri yang dilambangkan dengan hasaki/hapalas memegang peranan penting dalam kehidupan.
Kata dasar dari hasaki dan hapalas ialah saki dan palas. Ha berarti saling. Saling menyaki dan memalas. Ritual saki dan palas dilaksanakan dengan cara mengoleskan darah binatang seperti darah ayam, sapi, kerbau, untuk yang muslim dan untuk yang non muslim, terkadang dioleskan darah babi. Darah binatang korban tersebut dioleskan pada dahi, tangan, dada, dan kaki. Dengan hasaki/hapalas sebagai lambang penyucian diri, manusia terbebas dari pengaruh-pengaruh jahat, baik lahir maupun batin. Dalam keadaan bersih lahir batin, manusia menjadi lebih peka dan mampu menerima karunia dan anugerah dari Ranying Hatalla atau Allah yang Kuasa. Karunia tersebut berupa petunjuk yang akan diberikan oleh Ranying Hatalla.
Mengapa harus darah?, karena darah adalah lambang hubungan antar makhluk dan antar manusia serta dipercaya berfungsi mendinginkan atau menetralisir. Apabila pengolesan darah dilakukan dari bagian bawah keatas, disebut saki, maksudnya untuk membangkitkan hambaruan atau semangat. Apabila pengolesan darah dilakukan dari arah atas ke bawah, disebut palas, maksudnya untuk membebaskan.
Ritual Adat hasaki - hapalas
Photo dokumentasi Kel Tjilik Riwut
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|













































