Bagi orang Dayak, darah manusia mempunyai arti khusus. Darah melambangkan rasa bakti yang setinggi-tingginya, sebagai contoh, apabila seorang Dayak melakukan sumpah, atau angkat saudara, terkadang mereka melaksanakan tradisi hakinan daha, hasapan belom/belum/ yang artinya tukar menukar darah. Ibu jari kanan ditoreh agar mengeluarkan sedikit darah, kemudian tiga tetes darah dari masing-masing mereka yang bersumpah dimasukan atau dicampur dengan sedikit nasi ketan, satu sama lain saling memberikan, saling tukar, lalu ketan tersebut dimakan.
Demikian pula apabila terjadi pembunuhan berdarah, lebih-lebih bila yang dibunuh adalah seorang yang disegani. Maka agar sipembunuh tidak ketulahan atau kualat, maka dengan cepat sipembunuh mencolet darah korbannya dengan telunjuknya kemudian dengan tergesa menjilat darah tersebut atau mengoleskan ke dahinya dengan maksud agar ia terbebas dari kutuk korbannya.
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|













































